Gusar..geram..gelisah, ketika dalam satu hari saja aku tidak mampu menemukan setetes embun kesejukan dalam kehidupanku. Ketika semuanya mengalir sempurna, menjadikan arus yang menenggelamkan kita pada satu status : normal. Bahkan membuatku bingung dengan apa yang akan aku tulis pagi kali ini. Ingin ku berbagi setetes embun kesejukan pada dunia. Tapi apa mungkin, jika embun itu sendiri enggan menyapaku.
Pagi ini, kucoba untuk membentangkan langkahku lebih jauh. Mencoba menghapus ingatan hari kemarin. Ketika aku mengalir bimbang hingga hampir tertabrak di jalanan. Ketika aku hanya bertemu dengan kehidupanku di masa lalu, ketika para pemuda berkumpul dan tak banyak yang terjadi (kecuali berkumpul itu sendiri). Berbincang datar tentang kesempurnaan mimpi(mereka). Bercerita akan ceweknya, film terbaru yang dibajak dari warnet, tentang peluang hidup mapan sebagai pns, tentang update-an naruto terbaru. Huh..tentang semua hal yang aku tidak tertarik lagi, semua hal yang sejenak telah aku tinggalkan.
Langkahku pagi ini berujung pada sebuah masjid, di perkampungan sebelah. Berjarak dua kilometer dari kos temanku. Jama’ah subuh sudah usai disini, menyisakan empat ibu ibu yang hampir lanjut usia sedang mengaji Al Qur’an. Ibu ibu yang selalu menjaga masjid di pagi hari, karena mereka biasanya baru meninggalkan masjid pada pukul tujuh pagi atau lebih.
Mereka yang sedemikian tua saja masih begitu bersemangatnya, kenapa kami yang masih muda hanya tergelepar tidak jelas arahnya. Ataukah justru usia yang kemudian mampu membukakan mata hati kita. Jikapun begitu, aku ingin menua seperti mereka, tak tertipu akan bayang semu angan kita. Bayang semu yang hanya menjerumuskan kita, membuat kita terlalu sibuk akan dunia dan lupa akan sebuah kehidupan tak berujung kematian.
Bung Karno pernah berkata: “Berikan aku 10 pemuda, maka aku akan mengubah dunia”. Semangat yang luar biasa.
Jika pun pagi ini aku boleh bermimpi, sebelum mentari benar benar muncul dari balik awan. Aku tak kan bermimpi terlalu tinggi. Aku tak bermimpi menjadi salah satu dari 10 pemuda itu. Tapi izinkanku untuk bertemu dengan 10 pemuda itu. Izinkan aku untuk belajar banyak dari mereka. Belajar menjaga semangat akan sebuah perubahan yang lebih baik. Belajar akan arti penting sebuah perjuangan. Belajar untuk tidak sekedar tenggelam atau bahkan terseret pada arus normalitas. Belajar untuk menjadi seperti mereka. Belajar untuk mengubah dunia..
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar



Susah untuk cari 10 pemuda yang akan merubah dunia. Mencari 11 pemain bola aja sudah susah, yang enak malah mencari 100 pemuda yang pemabuk, pendugem, dan pembugil. Tanya mengapa ? Tanya aja ke pak Polisi.
Selamat anda telah bertemu seorang pemuda dari 10 pemuda itu Rom…
Aih jadi malu
Hallah sok banget.