Saat tuk berbagi

1..2..3..4..5..6, terhitung enam anak kecil dengan pakaian lusuh bersama seorang pemuda yang nampak jauh lebih tua dari keenam anak tersebut terlihat sedang berteduh di emperan sebuah restoran cepat saji. Beberapa anak sedang asyik memainkan alat musik sederhananya, sedangkan dua anak lain sedang tidur beralaskan konblok tepat disamping restoran cepat saji tersebut.

Sementara di lantai dua restoran cepat saji itu nampak beberapa konsumen yang sedang menikmati makan siangnya tanpa merasa terganggu. Di kota ini makanan cepat saji bukanlah pilihan untuk mencari makan siang di sela sela jam istirahat kantor (karena warung bakso, soto/mie ayam, atau nasi rames/padang justru lebih populer sebagai tujuan untuk makan siang). Konsumen cepat saji disini hanya menikmati layanan yang bersih dan pemandangan yang luas di dalam resto, karena sebagian besar dinding resto ini adalah kaca sehingga mereka dapat melihat sibuknya lalulintas dari ruangan ber-ac. Dan mungkin mereka menikmati sebuah kemewahan junkfood sembari sedikit berbangga diri karena telah menjadi bagian dari budaya Amrik.

Pemandangan itulah yang kutemukan kemarin ketika sedang berhenti di sebuah lampu merah, di selatan UGM sekitar jam 1 siang. Mengingatkan saya akan arti pentingnya berbagi sebagai bentuk kepedulian kita pada sesama manusia dan tentu saja, sebagai wujud syukur pada Allah dan bentuk perwujudan Hablumminannas (maaf kalo salah penulisan).

Bukankah Islam sendiri menganjurkan kepada pemeluknya banyak bersedekah karena hal itu tidak mendatangkan kerugian dan membuat orang jatuh miskin, tetapi memberikan manfaat positif dunia dan akhirat. Allah SWT akan mengganti yang disedekahkan dengan karunia lebih baik.

Allah SWT berfirman, ”Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan, barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’: 39).

Bahkan Allah sendiri menjanjikan kepada hambanya yang bersedekah di jalanNya bahwa Allah kelak akan mengganti apa yang telah disedekahkan dijalanNya dengan surga.

Dan di antara orang-orang Arab Badwi itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga-Nya). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS At Taubah: 99).

Saya jadi teringat sms gokil yang sering dikirim oleh teman saya, bunyinya begini:
Kalo hari ini adalah hari berbagi sedunia? Apa yg akan kau bagi untukku?”

note: sebagian materi diambil dari “Sedekah yang baik “ oleh Firdaus dalam file harian Republika : Kamis, 04 Nopember 2004

& Komentar

  1. Bro sori aku kemarin lupa janji tuk ngampus, harus survey out bond. Sekalian refres ke alam gara2 mbrundet nang uji hipotesis, aku g paham apa yang pak Win minta

  2. kalo hari ini adalah hari berbagi sedunia, aku akan membagi rasa suka&bahagia bersamamu..berbagi keceriaan agar orang yang aku ajak berbagi ikut merasa senang&bahagia,akan ku bagi senyum kepadamu karena dengan senyum tulus dari hati maka kepenatan dlam jiwa akan segera sirna(halah…hehe…)
    semangad brada….!!!teruslah berbagi kepada siapa saja,, jangan lupa bahwa kita ada karena orang lain ada.
    btw kasih tips nulis dunk…hehe….

  3. Makanya bagi2 dunk kesusahanmu,,jangan seneng aja dibagi,,,hehehe..ki blogku yg baru Rommmm…..httip://titikpelangi.wordpress.com

    -moek-


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar